Bung, yang ane nilai setelah
sparing-sparing kemarin. Ane liat mereka drible standar “biasa”, jumping lebih
bagus tim kita, shooter bias di bilang kita msh di bawah sama mereka “yang sudh
pernah di lawan”. Tapi ada hal yang ane mau bicarakan bukan itu, tapi:
1. Passing
“operan bola”. Dari tim-tim yang pernh di lawan mereka tdk menonjol di
jumping/reborn, drible, kalau shooter bagus lah, tapi ane liat-liat passing
& fastbreak mereka bagus, because PM mereka tidak menomersatukan dribbling,
but mereka brible biasa and melihat teman mereka yang savety, dekat and bisa untuk
melakukan point. Bukan karna kosong atau dia sendirian.
2. Ane
lihat farhan sebut saja begitu “inisial” :D, ia drible bagus dari pada ane,
saya akui itu. But “yang ane lihat” ia terlalu sering melihat bola, tdk seperti
Miguel, kurang percaya pada teman 1 tim’a, kurang mengatur permainan, kurang
bermain pasing-pasingan “bukan Cuma farhan tetapi semua’a termasuk ane”.
Jikalau farhan bias mengatur tim’a seperti Miguel, mungkin farhan bisa lebih
hebat lagi J seperti Miguel. Itu kekurangan farhan
yang ane lihat ( kurang mengatur timnya ).
3. Ane
mau belajar jadi PM. Because seperti pada sparing dengan pribadi ane yang di
jadikan PM saat offens, ane Cuma mau belajar mengatur saja. Tapi ane menyadari
kekurangan ane “drible” itu jikalau boleh, jika tidak juga tidak apa-apa.
4. The last, mungkin ini permintaan ane untuk
farhan. Cobalah untuk mengatur jalannya permainan, strategi, penempatan posisi,
mungkin cukup itu saja. Mungkin jikalau buat yang lainnya “untuk laki-laki”
cobalah untuk mengetahui tugas posisi kalian, keluarkan skill yang kalian punya
tapi ingat kalian tidak sendirian.
Sekian
mungkin hanya itu saja, dan mungkin yang nomer 3 itu tidak penting. Iam sorry jikalau ada yang tidak suka, jika ada bicarakan
saja, because ini hanya penilaian ane, ane memang tidaklah sempurna dan hanya
manusia biasa yang penuh dengan kesalahan. Thank’s









