Kata pengantar
Assalamu’alaikum
wr.wb
Puji dan syukur kita panjatkan
kehadirat Allah SWT. Serta shalwat serta salam kepada junjungan Nabi Muhammad
SAW.
Syukur Allhamdulillah. Atas izin
Allah dan rahmatNya, akhirnya laporan kegiatan praktikum ini dapa saya
selesaikan. Semoga bermanfaat untuk semua, membantu dalam penuntasan criteria
nilai saya, dan apa yang terdapat dalam makalah ini, dapat menjadi amalan untuk
pengetahuan teman-teman semua.Amin
Wassalamu’alaikum wr.wb
Daya
Hantar Listrik
Tujuan : Mengamati gejala hantarlistrik dari berbagai larutan
Dasar Teori
Larutan
adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Pelarut yang umum
digunakan adalah air. Untuk menyatakan banyaknya zat terlarut dan pelarut,
dikenal adalah konsentrasi. Zat terlarut merupakan komponen yang jumlahnya
sedikit, sedangkan pelarut adalah komponen yang terdapat dalam jumlah yang
banyak. Suatu larutan dengan jumlah maksimum zat terlarut pada temperatur
tertentu disebut larutan jenuh. Sebelum mencapai titik jenuh, larutan tidak
jenuh Kadang-kadang dijumpai suatu keadaan dengan zat terlarut dalam larutan
lebih banyak daripada zat terlarut yang seharusnya dapat melarut pada
temperatur tersebut. Larutan yang demikian disebut larutan lewat jenuh.
Pada
larutan asam dan basa pekat, pada labelnya tidak diberikan informasi mengenai
konsentrasi larutan tersebut, tetapi hanya diberikan beberapa informasi penting
seperti massa molekul relatif (Mr)(g/mol), konsentrasi dalam satuan persen
(b/b) dan massa jenis (Kg/L). Banyaknya zat terlarut yang dapat menghasilkan larutan
jenuh dalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan disebut kelarutan.
Kelarutan
suatu zat bergantung pada sifat zat itu, molekul pelarut, temperatur, dan
tekanan. Meskipun larutan dapat mengandung banyak komponen, tetapi pada
kesempatan ini hanya dibahan larutan yang mengandung dua komponen, tetapi yaitu
larutan biner. Komponen dari larutan biner yaitu zat terlarut dan pelarut.
Alat dan Bahan
Alat :
- Sumber arus DC (Adaptor)
-Elektroda karbon
-Gelas Kimia
-Elektroda karbon
-Gelas Kimia
-Kabel
-Kertas tisu
-Bola Lampu
-Kertas tisu
-Bola Lampu
Bahan :
· Larutan garam dapur (NaCl) secukupnya
· Larutan asam cuka (CH3COOH) secukupnya
· Larutan asam klorida (HCl) secukupnya
· Larutan natrium hidroksida (NaOH) secukupnya
· Larutan alcohol 70%
· Larutan urea (CO(NH2)2) secukupnya
Tabel
Pengamatan
NO
|
LARUTAN
|
NYALA
LAMPU
|
GELEMBUNG
UDARA
|
Elektrolit /
Non – Elektrolit
|
1
|
NaCl
|
Terang
|
Banyak
|
Elektrolit
|
2
|
(cuka) CH3COOH
|
Tidak menyala
|
Banyak
|
Elektrolit
|
3
|
HCl
|
Terang
|
Banyak
|
Elektrolit
|
4
|
NaOH
|
Terang
|
Banyak
|
Elektrolit
|
5
|
Alcohol
|
Tidak menyala
|
Tidak
|
Non -
Elektrolit
|
6
|
(urea)
CO(NH2)2
|
Tidak menyala
|
Tidak
|
Non -
Elektrolit
|
Analisis
Data
- Larutan dibagi menjadi 2 yaitu, larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
- Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik
- Larutan elektrolit dibagi menjadi 2 yaitu, larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah
- Contoh larutan elektrolit adalah :
- Larutan elektrolit kuat contohnya, garam (NaCl) dan soda api (NaOH)
- Larutan elektrolit lemah contohnya, asam cuka (CHȝCOOH) dan air sprite
- Larutan dapat bersifat elektrolit karena pada pengujian lampu bohlam menyala terang,redup bahkan tidak menyala, terdapat gelembung gas sehingga dapat menghantarkan arus listrik
Pada pengujian dengan alat uji
elektrolit pada larutan elektrolit kuat diperoleh lampu menyala terang dan pada
elektroda dihasilkan gelembung gas banyak, sedangkan pada pengujian larutan
elektrolit lemah diperoleh lampu tidak menyala dan peda elektroda dihasilakan
gelembung gas sedikit.
- Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
- Larutan bersifat non elektrolit karena lampu bohlam tidak menyala, dan tidak terdapat gelembung gas sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Kesimpulan
Larutan adalah campuran yang homogeny
dari dua atau lebih zat. Elektrolit merupakan suatu zat yang ketika dilarutkan
dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Suatu larutan dapat dikatakan sebagai larutan elektrolit jika zat tersebut
mampu menghantarkan listrik. Suatu zat dapat menghantarkan listrik karena zat
tersebut memiliki ion-ion yang bergerak bebas di dalam larutan tersebut.
Arrhenius menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat menghantarkan
listrik karena mengandung ion – ion yang dapat bergerak bebas. Ion ion
itulah yang dapat menghantarkan arus listrik melalui larutan tersebut. Kekuatan
larutan elektrolit erat kaitannya dengan derajat ionisasi/disosiasi .
Derajat ionisasi/disosiasi adalah perbandingan antara jumlah ion yang
dihasilkan dengan jumlah zat mula-mula. Larutan non elektrolit adalah larutan
yang tidak dapat menghantarkan arus listrik atau atau semua zat bila dilarutkan
dalam air tidak mengalami ionisasi dan menghasilkan larutan yang tidak dapat
menghantarkan arus listrik serta dan tidak menimbulkan gelembung gas (dalam
eksperimen).









